Pengalaman Membangun WordPress W3TC Cloudflare

Salam Semangat. Sahabat pasti pernah mendengar optimasi performa WordPress menggunakan W3 Total Cache ditambah Cloudflare. Pada posting kali ini, diulas tuntas tentang “Pengalaman Membangun WordPress W3TC Cloudflare”. Pastikan untuk membaca tuntas artikel ini sampai habis, biar tidak gagal paham.

Baca juga artikel terbaru Indomangga tentang Cara Membuat Website Performa Tinggi Di Domainesia dan Buah Paling Disarankan Saat Bulan Ramadhan

Pengalaman Membangun WordPress (Website)

Pada posting sebelumnya, saya memberikan cara untuk menghasilkan website dengan performa dan keamanan optimal menggunakan plugin W3 Total Cache ditambah ekstensi Cloudflare pada hosting Domainesia. Nah, untuk pengguna CMS WordPress dengan target Indonesia mungkin tidak seberapa cocok. Mengapa demikian? simak pengalaman saya berikut.

pengalaman membangun wordpress w3tc cloudflare

Plugin W3 Total Cache (W3TC)

Plugin ini dibuat oleh Boldgrid, dengan tujuan mengoptimalkan performa website dengan cache, minify, dan CDN. Secara lengkap keuntungan menggunakan W3TC diungkapkan dalam bahasa berikut.

  1. Improvements in search engine result page rankings, especially for mobile-friendly websites and sites that use SSL
  2. At least 10x improvement in overall site performance (Grade A in WebPagetest or significant Google Page Speed improvements) when fully configured
  3. Improved conversion rates and “site performance” which affect your site’s rank on Google.com
  4. “Instant” repeat page views: browser caching
  5. Optimized progressive render: pages start rendering quickly and can be interacted with more quickly
  6. Reduced page load time: increased visitor time on site; visitors view more pages
  7. Improved web server performance; sustain high traffic periods
  8. Up to 80% bandwidth savings when you minify HTML, minify CSS and minify JS files.

Pada hosting Domainesia, plugin ini dapat membantu mengaktifkan fitur WordPress Akselerator (Memcached). Aktifasi fitur ini meningkatkan kecepatan loading WP hingga 3x semula.

Cloudflare

Cloudflare merupakan salah satu penyedia jasa CDN terkemuka. Nama Cloudflare menjadi “booming” karena pengguna dapat memanfaatkan FREE PLAN atau versi gratis. Gambaran umum Cloudflare diungkapkan dengan kalimat berikut.

Cloudflare supports over 26 million internet properties, and intelligently routes content requests on its network along the fastest path using Argo Smart Routing. Traffic can also be load balanced across multiple origins, using proximity and network latency to determine the most efficient destination for each request.

Cara kerja Cloudflare adalah menyimpan data statis dari server asli website, ke server yang dimiliki oleh Cloudflare. Sehingga, sahabat yang memiliki server asli di Jakarta atau Singapura, file statis website akan disimpan dulu di server Cloudflare di US (Amerika Serikat), pada versi gratis. Sekalipun setting Cloudflare sedemikan rupa, pengguna versi gratis tidak dapat secara merdeka menentukan lokasi penyimpanan file statis.

Cloudflare terbukti nyata mempercepat loading website, keamanan pengiriman data, menyajikan statistik pengunjung, aman dari serangan dDOS, bahkan ada fitur lain seperti Railgun dan Real AMP server. Dan banyak testimoni positif lain dari pengguna Cloudflare.

Latensi Terasa Bagi Pengguna Di Indonesia

Pengalaman saya mengkombinasikan Memcached + W3TC + Cloudflare, menunjukkan hasil super efektif meningkatkan performa website. Di tes menggunakan GTMetrix dan Lighthouse, hasilnya meyakinkan di atas skor 90 untuk semua kriteria. Namun, performa apik tidak berjalan selamanya, terkadang tanpa sengaja, saya mendapati web sedang OFFLINE, atapun muncul pemberitahuan bahwa terjadi kendala saat server cloudflare berinteraksi dengan server asli.

Dan saya pu mencoba mengutak-atik kembali settingan Cloudflare, serta memastikan bahwa Railgun Aktif + Full SSL Mode. Dan hasilnya tetap seperti di atas, kerap OFFLINE atau MUNCUL PEMBERITAHUAN. Mungkin saja karena saya pengguna FREE PLAN Cloudflare. Atau juga jaringan Jakarta – US yang terlalu jauh, sehingga membutuhkan waktu. Tak mau berpolemik dengan itu, saya memutuskan untuk meninggalkan Cloudflare Gratis, dan menggunakan server asli dengan beberapa optimasi baru. Tentunya akan dibahas di posting selanjutnya.

Kesimpulan

Kesimpulan uraian di atas adalah kombinasi W3TC + Cloudflare dapat meningkatkatkan keamanan dan performa website, namun harus mempertimbangkan negara sasaran website. Terima kasih telah membaca artikel “Pengalaman Membangun WordPress W3TC Cloudflare” ini hingga tuntas. Semoga bermanfaat untuk sahabat pembaca. Namun, apabila merasa tidak puas atau sangat mendukung artikel ini, silahkan meninggalkan pesan di kolom komentar.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.