Cara Membuat Website Performa Tinggi Di Domainesia

Salam Semangat. Nah, jika kesempatan yang lalu admin cuma memberikan ulasan umum tentang pengalaman menggunakan hosting domainesia. Pada posting kali ini, diulas lebih dalam tentang “Cara Membuat Website Performa Tinggi Di Domainesia“. Sehingga, pastikan untuk membaca tuntas artikel ini sampai habis, biar tidak gagal paham.

Baca juga artikel terbaru Indomangga tentang Buah Paling Disarankan Saat Bulan Ramadhan dan Kegiatan Awal Ramadhan, 12 Yang Paling Berkesan.

Arti Website Performa Tinggi

Nah, sebelum melangkah ke topik lebih dalam. Ada baiknya sahabat tahu bahwa website performa tinggi disini diukur menggunakan 2 tools utama, yaitu Lighthouse dan GTMetrix. Dan dari dua tools tersebut memberikan nilai minimal BAIK (ditunjukkan dengan warna hijau). Sementara variabel web yang diutak-atik adalah minify JS HTML CSS, cache, CDN. Dalam kasus ini website menggunakan CMS WordPress.

Hampir dua tahun admin menggunakan hosting domainesia, namun baru dua minggu kemarin melakukan riset pribadi tentang website performa tinggi. Yah, penyebabnya adalah STAY WORK FROM HOME, alias gara-gara virus Corona.

Cara Membuat Website Performa Tinggi

Berikut ini adalah prasyarat yang harus dipenuhi: memiliki hosting di Domainesia (jika belum punya silahkan beli dulu di DOMAINESIA). Pastikan koneksi internet baik dan website wordpress FRESH sudah tersedia.

  1. Silahkan LOGIN ke website

    Sahabat sekarang harus login ke dashboard admin website. Biasanya beralamat di https://namadomainmu/wp-admin/index.php atau https://namadomainmu/login. Pastikan untuk login ke website milik sendiri, jangan salah masuk ke website orang lain.

  2. Pilih Menu > Plugin > Tambah Baru > W3 Total Cache

    Ketik di kolom search “W3 Total Cache” lalu klik Cari. Setelah tampil, lakukan Pasang dan Aktifkan. Alasan penggunaan plugin ini adalah karena Hosting Domainesia memiliki fitur Memchaced yang bisa nyambung dengan plugin ini. Sahabat juga bisa mengikuti panduan di Domainesia untuk melakukan setting fitur ini. Namun disini admin juga memberikan bonus pendampingan melalui komentar dan chat. Enak kan?

  3. Memanfaatkan Cloudflare

    Domainesia memang super baik. Untuk dapat memaksimalkan performa, sahabat harus mengkombinasikan W3 Total Cache dengan Cloudflare. Karena Cloudflare adalah CDN yang memiliki jaringan diberbagai belahan bumi. Berikut ini panduan Domainesia terkait pemasangan Cloudflare (lihat disini).

  4. Matching W3 Total Cache + Cloudflare

    Supaya berjalan selaras dan tidak tumpang tindih. sahabat harus melakukan matching terhadap menu menu yang sama di W3TC dan Cloudflare. Contohnya, di W3TC ada menu MINIFY di Cloudflare juga ada menu MINIFY. Dalam hal ini, sebaiknya Menu sama W3TC di DISABLE, dan menggunakan MINIFY di Cloudflare saja. Atau bahkan tidak menggunakan keduanya.

    Sahabat dapat melakukan sinkronisasi W3TC dan Cloudflare menggunakan menu Extension di W3 Total Cache. Di pengaturan ekstensi ini, sahabat wajib melakukan otorisasi Cloudflare menggunakan API yang ada di akun Cloudflare sahabat. Tepatnya di API > Get Your API Token > API Key > Global API Key > View.

  5. Fast Velocity Minify Kolaborasi W3TC + Cloudflare

    Dalam hal kurang puas dengan MINIFY dari W3TC + Cloudflare. Fast Velocity Minify adalah plugin yang bisa optimal membantu minifikasi JS, CSS, HTML. Sahabat bisa mendapatkan melalui Plugin > Tambah Baru > Fast Velocity Minify. Namun, admin tidak terlalu merekomendasikan ini, dikarena W3TC + Cloudflare saja sudah sangat mumpuni.

  6. Evaluasi Performa Website

    Sahabat harus melakukan evaluasi performa menggunakan tools GTMetrix atau pun Lighthouse. Admin lebih senang menggunakan kombinasi keduanya untuk meningkatkan performa website. Saran dan masukan dari kedua tools tersebut sangat operasional dan pasti bisa dilakukan.

    Efek samping Cloudflare Gratis, sering dibahas dalam beberapa diskusi. Efek yang timbul adalah dalam waktu tertentu Cloudflare tidak bisa terkoneksi dengan HOSTING. Dalam kasus ini tampilan website, menjadi gambar tidak ada koneksi ke CLOUDFLARE-HOSTING. Maklumlah, gratis. Selebihnya, semua berjalan dengan sangat baik.

    Mempelajari tampilan-tampilan halaman yang terimbas Cache dan Minify dari plugin yang digunakan adalah kewajiban selanjutnya. Apabila terdapat bagian tertentu yang tidak berjalan semestinya, silahkan mencari sebab dan melakukan modifikasi mandiri.

Kesimpulan

Kesimpulan uraian di atas adalah kombinasi W3TC + Cloudflare + Memcached + Fast Velocity Minify di hosting Domainesia menghasilkan website dengan performa unggul. Terima kasih telah membaca artikel “Cara Membuat Website Performa Tinggi Di Domainesia” ini hingga tuntas. Semoga bermanfaat untuk sahabat pembaca. Namun, apabila merasa tidak puas atau sangat mendukung artikel ini, silahkan meninggalkan pesan di kolom komentar. Bila memerlukan komunikasi lebih lanjut silahkan memanfaatkan fitur chat.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.