Cara Membuat SPT Wajib Pajak Pribadi Di DJP Online

Salam Semangat. Sahabat pasti pernah mendengar istilah SPT Tahunan. Ternyata, istilah ini sangat penting bagi wajib pajak perorangan. Pada posting kali ini, diulas tuntas tentang “Cara Membuat SPT Wajib Pajak Pribadi Di DJP Online”. Sehingga, pastikan untuk membaca tuntas artikel ini sampai habis, biar tidak gagal paham. Karena topik ini luas, maka ulasan dibatasi pada SPT 1770SS saja. Sementara SPT 1770S dibahas pada posting lain.

Baca juga artikel terbaru Indomangga tentang “Cara Membuat AMP Transisional Di WordPress” dan “Cara Belajar Di Rumah Berbantuan Brainly“.

Saluran Penyampaian SPT Tahunan

Cara Tertulis

Secara tertulis SPT Tahunan dapat dilaporkan melalui: (1) cara langsung, (2) pos dengan bukti pengiriman surat, (3) perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat, (4) ke Kantor Pelayanan Pajak tempat terdaftar atau pos-pos layanan perpajakan di luar kantor.

Secara Elektronik

Secara elektronik melalui e-Filing. Saluran e-Filing meliputi:

  • Situs Web Direktorat Jenderal Pajak / DJP Online (www.pajak.go.id);
  • Penyalur SPT elektronik (PJAP);
  • Saluran suara digital yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk Wajib Pajak Tertentu;
  • Jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara Direktorat Jenderal Pajak dengan Wajib Pajak; dan
  • saluran lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak

Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP)

Penyampaikan secara elektronik dapat dilakukan melaui laptop dan HP. Pengguna laptop umumnya langsung mengakses website DJP Online untuk melaporkan SPT Tahunan. Berdasarkan pengalaman saya, pengisian di DJP Online sangat baik dan lancar untuk SPT 1770SS. Sementara untuk SPT 1770S, lebih nyaman menggunakan PAJP. Bagi pengguna HP, penyampaian SPT dapat dilakukan melalui aplikasi OP-Ku. Berikut ini daftar Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PAJP) yang resmi.

  • PT Achilles Advanced Systems (www.online-pajak.com)
  • PT Mitra Pajakku (pajakku.com)
  • PT Jurnal Consulting Indonesia (klikpajak.id)
  • PT Sarana Prima Telematika (spt.co.id)
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Prima Wahana Caraka
  • PT Nebula Surya Corpora
  • PT Hexa Sarana Intermedia
  • PT Fintek Integrasi Digital

Artinya, daftar di atas adalah PAJP resmi yang membantu pelaporan SPT yang diakui oleh Dirjen Pajak. Sehingga, wajib pajak merasa terbantu sekaligus terlindungi dalam melaporkan SPT. Mengapa demikian? karena terdapat pihak tertentu yang bisa menyalahgunakan EFIN yang dimiliki wajib pajak. Khususnya pihak yang bukan rekanan resmi Dirjen Pajak.

Cara Membuat SPT 1770SS di DJP Online

Syarat seseorang menggunakan format 1770SS adalah bekerja sebagai pegawai/karyawan, tidak memiliki usaha atau pekerjaan bebas lain, tidak melakukan pisah harta antara suami-istri, dan berpenghasilan bruto dibawah 60 juta setahun.

Sedangkan jika kondisi Anda adalah seorang pekerja/ karyawan/ pegawai (bukan pengusaha), namun menjalankan pisah harta antara suami-istri, dan atau berpenghasilan bruto lebih dari 60 juta setahun. Maka harus menggunakan format 1770S. Oke, mari melanjutkan ke topik 1770SS.

Login DJP Online

Untuk mengerjakan SPT 1770SS di DJP Online, lebih nyaman menggunakan laptop dengan koneksi internet 4G. Namun apabila tidak ada laptop, bisa menggunakan HP. Melalui laptop atau HP silahkan ke website DJP Online.

Pada halaman login, silahkan mengisi NPWP dan kata sandi. Jika belum pernah melakukan pelaporan sebelumnya, maka silahkan registrasi terlebih dahulu. Setelah mengisi NPWP dan kata sandi, isikan kode keamanan sesuai gambar yang tampil. Kemudian tekan login.

Memilih Menu Lapor E-Filing

Masuk di DJP Online membuat Anda mungkin bingung dikarenakan banyak menu. Jika kita bertujuan untuk membuat Laporan SPT maka silahkan pilih menu LAPOR. Selanjutnya,di tab menu lapor akan disajikan pilihan E-Filing. Nah, E-Filing inilah yang digunakan untuk melaporkan SPT. Tekanlah pilihan E-FILING.

Mengisi Form Awal

Masuk dalam halaman E-Filing, silahkan klik menu BUAT SPT. Selanjutnya mengisi tiga pertanyaan yang menentukan jenis format pelaporan Anda. Maka sesuai keterangan bahwa artikel ini diperuntukkan wajib pajak pengguna format 1770SS, silahkan centang TIDAK untuk pertanyaan menjalankan usaha atau tidak. Centang TIDAK untuk pisah harta suami-istri. Centang YA, untuk penghasilan di bawah 60 juta per tahun. Selanjutnya klik SPT 1770SS.

Mengisi Format 1770SS

Pada halaman awal Format 1770SS, diberikan beberapa kolom untuk diisi. Diantaranya adalah “Pilihan Tahun Pajak”, Status SPT, dan jika pembetulan, maka pembetulan ke berapa? Karena SPT yang sudah terlanjur terkirim, masih bisa diperbaiki lagi lewat ‘pembetulan‘ ini.

Berikutnya, disajikan kolom (1) penghasilan bruto dalam setahun, (2) pengurangan, (3) PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak), (4) Penghasilan Kena Pajak, (5) Pajak Penghasilan Terutang, (6) Pajak Penghasilan yang telah dipotong pihak lain. Untuk mengisi kolom diatas, anda memerlukan Lembar A2 dari bendahara atau pihak yang menggaji anda. Penghasilan Bruto, Pengurangan, dan PTKP ada dilembar tersebut. Silahkan diisi sesuai dengan kondisi yang ada.

Berikutnya adalah mengisi Penghasilan Yang terkena PPh Final dan yang dikecualikan dari obyek pajak. Silahkan diisi sesuai dengan kondisi. Jika terdapat data penghasilan yang kurang jelas, silahkan bertanya pada bendahara atau pembayar.

Berikutnya adalah mengisi daftar harta yang dimiliki pada akhir tahun. Dalam hal ini, anda dipercayakan untuk menilai nominal harta keseluruhan, baik yang berupa kas, aset, maupun tabungan. Setelah menuliskan nominal harta, jangan lupa menuliskan jumlah kewajiban (hutang) pada kolom dibawahnya.

Selanjutnya adalah melakukan centang pada pernyataan. Karena prinsip SPT adalah wajib pajak sendiri yang menilai, menghitung, dan melaporkan, maka tentu laporan yang diberikan tidak boleh “bohong“. Pastikan melakukan centang dan menekan tombol selanjutnya.

Mengambil Kode Verifikasi

Sebelum melakukan pengiriman SPT, Anda harus mengambil kode verifikasi. Pastikan email yang tertera pada Profil DJP adalah email aktif dan mudah diakses. Selanjutnya klik “DI SINI” (tombol berwarna kuning). Tunggu sekitar 1 menit, kemudian masuk ke email Anda. Pada inbox email, silahkan buka pesan dari E-Filing semacam gambar berikut.

Isikan kode verifikasi yang diterima pada kolom “Masukkan Kode Verifikasi”. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan. Jika terjadi salah tulis, maka verifikasi gagal, dan Anda harus mengambil ulang kode. Jika sudah yakin dengan kode yang diketik. Silahkan tekan KIRIM SPT.

Mendapatkan Bukti Penerimaan Elektronik

Nah, jika SPT kita telah terkirim dengan benar, maka halaman DJP akan menampilkan pilihan kepuasan “PUAS” atau “TIDAK PUAS”. Selanjutnya muncul notifikasi opsional bahwa penghasilan dibawah 60 juta/tahun dan berstatus nihil tidak wajib melaporkan SPT. Dan Bukti Penerimaan Elektronik dari E-Filing ototmatis terkirim ke email Anda. Wujud BPE seperti pada gambar diatas.

Ringkasan Cara Membuat SPT

Secara ringkas proses melaporkan SPT seperti berikut.

  • Login di website DJP Online
  • Memilih E-Filing dan Lapor SPT
  • Mengisi Pertanyaan Awal Dengan “TIDAK”, “TIDAK”, “YA”
  • Mengisi Form 1770SS
  • Mendapatkan Kode Verifikasi
  • Melakukan Pengiriman SPT
  • Mendapatkan BPE

Disclaimer: Artikel yang ditulis merupakan hasil pengalaman, bukan petunjuk resmi dari Dirjen Pajak. Dan urutan proses yang tertulis bukan merupakan keharusan bagi Anda.

Kesimpulan

Kesimpulan uraian di atas adalah proses pelaporan SPT sangat mudah, sehingga wajib pajak tidak perlu takut. Adapun yang perlu diperhatikan adalah memastikan laporan sesuai dengan kondisi nyata, jangan asal-asalan.

Terima kasih telah membaca artikel “Cara Membuat SPT Wajib Pajak Pribadi Di DJP Online” ini hingga tuntas. Semoga bermanfaat untuk sahabat pembaca. Namun, apabila merasa tidak puas atau sangat mendukung artikel ini, silahkan meninggalkan pesan di kolom komentar.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.