Pengalaman Rugi 20 Persen Trading Saham IHSG

Pada kesempatan ini saya berbagi pengalaman dengan pembaca perihal sebuah hal yang bikin sedih dan gregetan saat trading saham. Tidak hanya membuat kerugian psikis, namun juga kerugian materi yang lumayan banyak (jutaan). Pengalaman ini adalah Rugi 20 Persen Trading Saham. Setelah mengalami hal tersebut saya pun merenung dan mencoba menganalisis faktor penyebab kerugian. Namun, jika pembaca belum mengetahui bagaimana cara bertransaksi di bursa, ada baiknya membaca terlebih dahulu postingan cara transaksi saham.

Kronologi Rugi Saat Trading Saham

Saham merupakan instrumen yang volatilitasnya tinggi. Artinya gampang bergerak naik dan gampang bergerak turun. Naik turunnya harga saham dipengaruhi oleh psikologis pelaku pasar. Hal ini banyak dijelaskan oleh ahli, bahkan digambarkan dalam sebuah grafik berikut.

rugi 20 persen trading saham

Gambar di atas menunjukkan bahwa trader saham umumnya mengikuti alur psikologi tertentu. Namun, tidak mustahil pula ada yang mengikuti anti dari alur di atas. Gambar di atas secara tepat menunjukkan bagaimana psikologi saya menjelang rugi 20 persen trading saham. Rasa panik, putus asa, takut, dan patah semangat membuat saya melakukan “cut loss” padahal saham mau “rebound”.

Semua telah berlalu, nasi sudah menjadi bubur ayam dan bubur ketan. Setelah kejadian itu saya sangat terpukul, hampir tidak percaya. Saya pun rekreasi untuk beberapa hari untuk menenangkan pikiran sebelum masuk trading lagi. Blogging adalah salah satu hobi yang saya sukai, karena melalui ini saya dapat menyampaikan ide, gagasan, maupun sharing pengalaman. Dua hari berlalu, pikiran pun kembali jernih dan saya memulai membenahi beberapa hal.

Hal Wajib Saat Trading Saham

Saat mulai untuk trading, trader harus punya trading plan. Trading plan adalah rumusan tujuan trading, cara trading, dan indikator trading. Tujuan trading misalnya adalah cari uang dikit-dikit yang penting profit. Cara trading misalnya beli saham di pagi hari dan jual di sore hari. Dan jangan lupa menggunakan tools untuk membantu trading, sehingga tertib melakukan cut los dan trailing stop.

Jangan ikut-ikutan saran analis dan semacamnya. Saran analis adalah masukan untuk trader, namun tidak bersifat merekomendasikan. Sehingga wajib bagi trader mematuhi cara tradingnya sendiri. Demikian pula menghadapi market yang bergerak tiba-tiba tanpa ada isu apapun. Harus diketahui , bahwa bandar (trader modal besar) dapat dengan mudah mengguncang harga saham berkapitalisasi kecil hingga menengah. Sehingga, apapun yang terjadi, tetaplah pada trading plan Anda.

Dua hal di atas tidak saya lakukan dalam trading sebagai pemula, hingga mengalami rugi 20 persen trading saham. Pahit memang, tapi hal ini harus segera saya sharingkan disini. Harapannya, supaya trader dan pembaca website ini terhindar dari hal yang saya alami di atas. Semoga bermanfaat.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.