Pengalaman Menjadi Blogger Mandiri Selama 9 Tahun

Mengelola sebuah blog memang menjadi kegiatan tak lazim karena hampir banyak orang tidak mengetahui. Apalagi sampai mencurahkan waktunya duduk di depan laptop untuk menseting tampilan halaman, sungguhlah aneh. Namun itulah yang saya rasakan sebagai blogger mandiri, sebuah istilah untuk yang merogoh saku untuk sekedar menulis artikel. Ambisius, penuh tantangan, dan sangat fiktif mungkin itulah ungkapan yang cocok.

Awalnya memang bukanlah karena bakat, namun saya bersyukur bertemu seorang pegiat internet. Dia adalah Varizal Amir, seorang mahasiswa penuh talenta kekinian saat itu. Diskusi tentang kerusakan komputer adalah topik yang menarik baginya, dan tidak jarang menjelaskan ke saya dengan praktik langsung. Wow, komitmennya tentang belajar komputer membuat saya ikutan tertarik sampai terjerumus menjadi blogger.

Inspirasi Dari Teman Dan Lingkungan

Saya secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada kang Varis Ical, empunya dua domain https://teraa.net dan https://indoamaterasu.com. Komitmennya tetap hingga sekarang, bahkan sering melakukan riset-riset pribadi terkait SEO milenial. Dalam cerita ini, beliau sungguh menjadi sosok inspiratif.

Blogger Mandiri

Kembali ke jalur Blogger. Saya mulai menulis artikel blog mulai tahun 2011. Saya memulai menulis dari sesuatu yang tidak ada ide, atau bisa dibilang ngawur dan imajinatif. Hingga hampir dua tahun, tulisan yang saya unggah hanya saya baca sendiri. Tulisan saya tidak digemari pengunjung internet. Blog saya sepi total. Tetapi saya terus menulis dan belajar. Saya tidak ragu mengeluarkan puluhan ribu rupiah hanya untuk menikmati asyiknya menulis artikel.

Titik Balik Seorang Blogger Mandiri

Sikap gigih ( the power of blogger mandiri ) mengantarkan saya belajar hal baru terkait “hal yang disukai” oleh pengunjung internet. Ternyata pengunjung internet menyukai hal-hal yang bermanfaat dan menghindari artikel tidak jelas. Munculah ide membeli sebuah buku kesehatan dengan topik pijat refleksi. Topik tersebut saya ulas dalam indomangga.blogspot.com hingga menghasilkan 400-an artikel. Dengan semangat memberikan manfaat bagi pembaca, trafik pengunjung blog naik hingga 1500-an per hari. Iklan pun saya pasar untuk konversi jerih payah ke dalam bentuk rupiah. Hal tersebut berhasil namun hanya bertahan selama 1 tahun.

Mengapa tidak bertahan lama? Mungkin saya harus menyadari, bahwa perubahan adalah sesuatu yang terus menerus. Artikel yang saya buat dan tidak dikembangkan, menjadi barang usang yang tergilas kompetitor. Hal tersebut akan saya ulas dalam postingan berikutnya, jadi jangan ragu untuk kembali melihat website ini.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.

2 Komentar

Komentar ditutup.