Pendidikan Profesi Guru (PPG) Jangan Sampai Tidak Terkontrol

Pembenahan jalur pendidikan bagi putra bangsa yang berminat menjadi guru kini perlahan diperhatikan. Salah satunya dengan diadakannya Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan untuk fresh graduated. PPG Prajabatan yang sekarang ada, diintegrasikan dengan Program Sarjana Mendidik di daerah 3T, belum dibuka untuk jalur umum.

PPG menuai dukungan dari beberapa pihak karena terkait dengan pengendalian jumlah lulusan kependidikan yang tidak sinkron dengan jumlah kebutuhan lapangan. Perbedaan ini mengakibatkan ribuan lulusan sarjana kependidikan tidak bisa menjadi guru di sekolah setiap tahun. Akibatnya sebagian dari lulusan menjadi menganggur dan bilapun tidak menganggur mereka akan menggeluti sektor yang tidak sinkron dengan pendidikan mereka.
Hingga kini, DIKTI hanya mengijinkan LPTK terpercaya saja untuk mencetak lulusan PPG, dengan kontrol lulusan sekitar 3.000 orang setiap tahun. Jumlah ini sangat menyusut jauh dibandingkan lulusan S.Pd yang pertahunnya mencapai ratusan ribu orang se-Indonesia. Dan diharapkan banyak pihak pula, pemerintah dapat terus mengontrol lulusan PPG supaya tidak memberikan masalah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, guru hanya disyaratkan untuk bergelar S.Pd saja namun dengan penyelenggara yang tidak sinkron dengan lapangan kerja, akibatnya lulusan S.Pd membludak dan menjadi pengangguran. Sebagian lulusan bahkan nekat masuk ke sekolah-sekolah negeri padahal waktu itu sudah berlaku peraturan terkait pelarangan perekrutan honorer di sekolah negeri. Akibat hal tersebut adalah sering terjadi demo yang dilakukan guru honorer, padahal kita semua mengetahui bahwa pangkal masalah ini adalah ketidak sinkronan penyelenggara pendidikan keguruan dengan jumlah lapangan pekerjaan.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.