Budaya Mudik Di Pulau Jawa

Kita sering melihat di televisi berita tentang arus mudik. Atau bahkan sejumlah tetangga kita melakukan arus mudik tersebut. Namun, kita terkadang melewati begitu saja apa yang sebenarnya mudik itu sendiri.

Mudik adalah sebuah tradisi yang terjadi di Pulau Jawa, dimana pada Hari Raya Idul Fitri kerabat muda atau perantau kembali ke kampung kelahirannya untuk bermaaf-maafan dengan anggota keluarga lain, terutama orang tua. Tradisi ini dianut oleh muslim Jawa, dimana mereka mempercayai bahwa dosa kepada Allah mungkin tertebus dengan puasa namun kesalahan terhadap sesama manusia haruslah dengan meminta maaf kepada orang terkait.
Diduga, mudik berasal dari budaya masyarakat muslim yang bekerja di kota besar, lalu pada hari raya Idul Fitri kembali ke kampung kelahirannya. Namun kini istilah mudik sudah berkembang, bahkan diartikan sebagai hal-hal yang sama sekali tidak terkait dengan budaya muslim Jawa di atas.
Istilah mudik kini sudah meluas dan mewadahi semua arus perjalanan sekitar hari raya Idul Fitri. Termasuk orang yang berniat rekreasi atau berlibur ke suatu tempat, dapat dikatakan mudik asalkan sekitar hari Raya Idul Fitri.

Namun, tidak selayaknya kita menurunkan arti yang terkandung dalam budaya mudik. Dimana mudik merupakan akar kerukunan, dimana semua orang harus belajar saling memaafkan tanpa terkecuali. Harta yang sangat berharga bagi persatuan ini harus kita jaga dan kita lestarikan.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.