Pakai Headset Sambil Tiduran Beresiko Tuli

Mendengarkan musik memakai headset adalah tren anak muda masa kini. Alasannya ialah mendengarkan musik lewat headset bisa mengusir bosan. Tapi, kalau terlalu lama, ia justru mendatangkan ketulian. Itu dialami calon mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Problem kesehatan tersebut diketahui saat menjalani tes kesehatan telinga. ’’Aku diminta membelakangi dokternya. Terus, dia bisik-bisik di telinga,’’ ungkapnya. Ternyata, tidak bisa mengulang beberapa kata yang diucapkan dokter. Khususnya, bisikan yang mampir di telinga kanan.

Menurutnya, ketika dokter menggesek-gesekkan tangan di dekat kuping kiri, ia masih bisa mendengar suara gemuruh. ’’Tapi, pas di telinga kanan, suaranya ada, tapi kecil,’’ tuturnya. Dokter pun mengatakan bahwa ia mengalami kerusakan atau turunnya kualitas pendengaran.

Dokter yang menangani, menemukan penyebabnya. Yakni, kebiasaan mengenakan headset selama tidur. Selain itu, menurut dokter, pasien lebih sering tidur dengan posisi badan menghadap ke kanan. Akibatnya, telinga kananlah yang punya intensitas paling banyak terpapar kebisingan selama berjam-jam.

Durasi pemakaiannya pun tidak boleh lebih dari dua jam. Selain itu, minimal setiap satu jam headset dilepas. Itu dimaksudkan untuk mencegah kerusakan pada rumah siput. ”Kalau rumah siput (koklea) lelah, pendengaran bisa rusak permanen,” tegas dokter.

Nah, bagi anda yang punya hobi di atas, maka berhati-hatilah. Karena kerusakan pendengaran secara permanen dapat menyulitkan anda melakukan aktivitas, baik kegiatan rumah ataupun pekerjaan. Jadi dengarkan musik sekedarnya saja, jangan sampai merusak jasmani.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.