Thailand Dalam Kondisi Darurat, WNI Mulai Dievakuasi

Yingluck Shinawatra, Mantan Perdana Menteri Thailand

Krisis politik di Thailand semakin memanas setelah pihak militer mengumumkan untuk mengkudeta pemerintahan yang berkuasa sekarang. Hal ini terkait kepemimpinan perdana menteri Yingluck Shinawatra, yang dianggap gagal oleh para demonstran.

Keruwetan politik di Thailand mulanya diawali oleh unjuk rasa yang menetang kebijakan pemerintah. Para demonstran berpendapat bahwa perdana menteri saat itu (Yingluck Shinawatra) gagal dan lebih mengikuti pemahaman kakaknya, Taksin Shinawatra. Upaya yang dilakukan pemerintah Thailand untuk menggelar pemilu lebih awal pun tidak bisa mengendalikan situasi.

Para demonstran menuntuk satu hal yaitu penurunan Yingluck Shinawatra dari kursi perdana menteri. Namun, hal ini tidak membuat perdana menteri berparas cantik tersebut gentar. Sikap yang ditunjukkan Yingluck semakin membuat geram para demonstran.

Yingluck akhirnya harus mundur karena tidak lagi didukung konstitusi. Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa perdana menteri Yingluck harus mundur, karena telah menyalahgunakan kekuasaan.

Melihat keadaan politik di negara semakin ruwet, Panglima Angkatan Bersenjata Thailand, Prayuth Chang-Ocha mengumumkan kudeta militer. Pihak militer menyatakan akan memulihkan kondisi dan ketertiban politik di Thailand. Sejumlah langkah juga dilakukan pihak militer untuk memulihkan kondisi Thailand, diantaranya memberlakukan jam malam dan menghentikan siaran televisi ataupun radio, yang dimungkinkan dapat memicu konflik.

Karena suasan semakin tidak nyaman, maka pihak KBRI mulai mengevakuasi warga negara Indonesia yang ada di Bangkok dan sekitarnya. Langkah ini ditempuh untuk mengamankan hak-hak warga negara Indonesia di Thailand. Pihak KBRI juga akan mengambil langkah penting terkait pelindingan WNI di negara gajah putih tersebut.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.