Syarat Mengajar Harus 24 Jam Per Minggu, Jika Ingin Mendapat Tunjangan

Mengutip apa yang disampaikan JPNN, bahwa mengajar 24 jam adalah syarat mutlak untuk mendapatkan tunjangan profesi guru. Perbedaan penafsiran mengenai ketentuan pencairan tunjangan profesi para guru di Bontang tentang hal ini akhirnya terselesaikan. Polemik yang sempat menggalaukan para guru itu berakhir setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang mendatangkan tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memberikan penjelasan secara langsung.

Perwakilan Kemendikbud yang hadir adalah Kasubdit Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Sumarno, dan Pelaksana Pengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud Sukirno. Sumarno menjelaskan, aturan mengajar minimal 24 jam dalam seminggu menjadi syarat mutlak mendapatkan tunjangan profesi. Jadi, guru yang mengajar di bawah 24 jam otomatis tidak mendapatkan tunjangan tersebut.

Namun, yang menjadi banyak pertanyaan para guru adalah bagaimana jika mereka harus izin karena keperluan mendadak? Kata Sumarno, guru dapat mengganti di hari yang lain dalam minggu itu. Caranya guru dapat bertukar waktu mengajar dengan guru lainnya. “Yang terpenting adalah memenuhi jam mengajar minimal 24 jam dalam seminggu. Jika tidak, maka tidak akan mendapat tunjangan profesi selama satu bulan.

Dari pertemuan ini, pihak kementerian akan menyampaikan tiga hal yang akan di addendum di pusat nanti berdasarkan masukan dari guru. Diantaranya, pengecualian bagi guru yang ijin karena keperluan mendadak, sehingga tidak dapat memenuhi jam mengajar selama 24 jam dalam seminggu. Selain itu pihak kementerian juga akan melakukan penghapusan tunjangan profesi bagi guru swasta yang diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.