Kontroversi Pendidikan Profesi Guru (PPG), Sebaiknya Diselesaikan Dengan Penetapan SM3T Sebagai Prasyarat

Pro dan kontra adanya Pendidikan Profesi Guru Prajabatan adalah topik paling seru di dunia keguruan. Pihak yang kontra menggugat penetapan PPG karena dianggap menyepelekan IKIP dan sejenisnya. Adapula yang berargumen bahwa peraturan pemerintah tentang PPG tidak adil karena menyamakan lulusan kependidikan dengan lulusan ilmu murni.

Para akademisi juga banyak mengkritik bahwa PPG hanya mengulang matakuliah yang ada di prodi kependidikan. Kurikulum PPG dianggap sebagai penurunan efisiensi waktu untuk menjadi guru, sehingga terkesan hanya menghamburkan waktu dan dana saja. Tidak hanya sebatas itu, sebagian para akademisi juga mempertanyakan pentingnya gelar Gr. bagi seorang guru.

Terkait masalah gelar Gr. bagi guru, beberapa akademisi menganggap hal tersebut adalah hal penting sebagai tonggak pengukuhan Profesi Guru. Guru sama mulianya dengan dokter, sehingga gelar Gr. adalah simbol pengakuan pemerintah terhadap profesi guru. Lebih lanjut, guru seharusnya kesejahteraannya sama dengan dokter.

Sedangkan masalah sarjana kependidikan dan non-kependidikan sebenarnya sudah ada sebelum Pendidikan Profesi Guru (PPG) ditetapkan. Hingga saat ini pengistimewaan sarjana kependidikan masih belum bisa dilaksanakan, sebab perundangan yang berlaku tidak menyatakan perbedaan antara kependidikan dan non kependidikan. Ataupun dalam peraturan PPG, S.Pd disetarakan dengan S1+Matrikulasi.

Merujuk pada pelaksanaan rintisan Pendidikan Profesi Guru yang didahului oleh program SM3T, maka penulis berpikir bahwa SM3T adalah syarat yang cukup baik untuk menguji tekad dan keputusan seseorang untuk menjadi calon guru atau tidak. Hal ini bukanlah tidak beralasan, mahasiswa sarjana kependidikan dan non-kependidikan mungkin sangat terlatih dalam teori dan praktik, namun pembelajaran akan pengabdian untuk memajukan bangsa tidak pernah diajarkan kepada mahasiswa.

Bukanlah hal yang tidak mungkin untuk mewujudkan guru yang berdedikasi dan berkualitas tinggi. Pemerintah hanya perlu menekankan bahwa guru juga perlu memikirkan kemajuan bangsa Indonesia dan berperan serta untuk mengatasi permasalahan bangsa Indonesia.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.