Alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG) Masih Terkatung Untuk Mengabdikan Diri

Alumni rintisan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pra-Jabatan hingga kini masih dalam kegalauan. Bagaimana tidak, alumni PPG masih terbentur mekanisme yang dirancang pemerintah sendiri. Alumni PPG yang dimaksud diharuskan untuk mencari tempat mengabdi sendiri, sedangkan sekolah negeri sudah dilarang untuk merekrut guru honorer.

Sebagai jalan keluar, para alumni kemudian mencari sekolah-sekolah swasta. Namun langkah ini pun belum cukup membantu karena penerbitan NUPTK untuk guru harus mengabdi 4 tahun atau menjadi pegawai tetap yayasan. Tentu saja ini membuat sebagian alumni PPG menjadi kehilangan semangat mengajar, terlebih lagi kecil kemungkinan untuk mengabdi di sekolah swasta seumur hidup.

Pemegang sertifikat pendidik diberikan keistimewaan untuk bisa mendapatkan tunjangan profesi pendidik, jika dilengkapi dengan NUPTK. Sertifikat Pendidik dianggap masih belum aktif jika belum mendapatkan NUPTK. Namun, kegalauan dikalangan alumni bertambah karena pada pemilu tahun 2014 ini, partai politik saling berbeda pendapat tentang pentingnya profesi guru.

Sebagian besar alumni PPG Prajabatan adalah guru SM3T yang memiliki dedikasi tinggi dalam pendidikan. Dari segi akademik, kompetensi alumni PPG Prajabatan tidak diragukan. Serangkaian tes kompetensi yang dibebankan oleh Kemdikbud dapat dilalui dengan baik. Dari segi pengalaman, alumni PPG juga tidak diragukan. Dedikasi mengajar di daerah pelosok Indonesia sudah membuktikan bahwa alumni PPG bukan “jago kandang”, ditambah lagi  “drilling” mengajar selama PPG membuat alumni memiliki pengalaman di berbagai dimensi kondisi pendidikan.

Sangatlah disayangkan jika calon guru berkualitas ini tidak bisa menjadi guru, hanya karena terbentur rantai birokrasi. DIKTI sebagai penyelenggara PPG sangat merekomendasikan para alumni PPG supaya dapat diterima di daerah. Namun, lagi-lagi semangat memajukan dunia pendidikan yang digalakkan pemerintah pusat masih terkendala dengan komitmen masing-masing daerah.

Akhirnya, alumni PPG sekarang harus bersabar untuk mendapatkan posisi yang semestinya. Terlebih budaya Indonesia yang mengesankan setiap pergantian kekuasaan selalu diiringi dengan perubahan kebijakan tanpa memperhatikan kesinambungan visi dan misi pemerintahan sebelumnya. Semoga Indonesia mendapatkan cara yang tepat untuk memajukan dunia pendidikan tanpa menimbulkan korban.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.