Pemerintah Harus Mengoptimalisasi Alumni SM3T

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan program SM3T untuk mengatasi masalah tenaga pendidik di daerah pelosok. Sejak lama daerah pelosok memang menjadi momok bagi guru PNS, sehingga dengan segala daya dan upaya PNS tersebut berusaha pindah dari daerah tersebut.
Gagasan adanya SM3T adalah menggabungkan re-distribusi tenaga pengajar sekaligus upaya peningkatan mutu calon pendidik. Gagasan ini bisa dikatakan sangat baik untuk jangka waktu singkat, bukan untuk jangka waktu yang lama. Bagaimana mungkin SM3T kurang baik, padahal respon dari pemerintah daerah sangat positif.

Faktor pertama yang menjadi masalah ialah SM3T yang masih berstatus sebagai program Kemdikbud yang mungkin saja hanya berjangka waktu lima tahun. Pencapaian SM3T tentu saja dibatasi waktu pengabdian, sehingga progran ini bukan solusi jangka panjang. Andai saja pemerintah secara ajeg melaksanakan program tersebut setiap tahun maka dipastikan terjadi kemajuan besar dalam distribusi tenaga pendidik di Indonesia.

Faktor kedua adalah kurangnya apresiasi pemerintah terhadap alumni program SM3T. Alumni SM3T memang diberikan reward beasiswa Program Profesi Guru (PPG), namun kelanjutan setelah PPG hendaknya juga diperhatikan. Pemerintah sudah mengucurkan dana besar untuk membentuk guru yang berdedikasi dan profesional, tentu hal ini akan menjadi kerugian besar apabila tidak diberikan jalan mengabdi.

Pemerintah sebaiknya melakukan berbagai optimalisasi terkait alumni SM3T untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Tidak semua PNS mau mengadi di pelosok, tidak semua tenaga honorer memiliki kualifikasi yang baik, namun alumni SM3T memiliki kemampuan mengabdi di pelosok serta memiliki kualifikasi yang baik.

Baca : Pijat Refleksi Ejakulasi Dini

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.