Empat Pelanggaran Kampanye Yang Paling sering Dilakukan

Pemilu 2014 adalah ajang pesta demokrasi bagi bangsa Indonesia. Pemilu 2014 diikuti lima belas partai politik dan tiga partai lokal. Masa kampanye pun dimanfaatkan oleh partai maupun caleg untuk merebut simpati masyarakat. Sayangnya tidak semua caleg atau parpol mengikuti tata cara yag ditetapkan oleh komisi pemilihan umum. Berikut ini adalah empat macam pelanggaran yang paling sering dilakukan dalam kampanye.
1. Penyanyi Erotis
Musik memang adalah bagian dari kehidupan masyarakat, apalagi kalau musik tersebut adalah dangdut yang dinyanyikan oleh sejumlah wanita cantik. Hal tersebut adalah cara ampuh untuk mengundang perhatian masyarakat untuk datang dan menyaksikan apa yang ada dipanggung.
Dalam sejumlah kampanye, justru penyanyi tidak menggunakan kemerduan suaranya melainkan mengandalkan goyangan yang dinilai erotis dan kurang layak disaksikan oleh masyarakat.

2. Keikutsertaan Anak Kecil
Mungkin anak kecil yang mengikuti orang tuanya menghadiri kampanyea adalah wajar, namun jika dengan sengaja mengajak anak kecil dalam kampanye adalah pelanggaran. Banwalu telah menetapkan bahwa kegiatan kampanye dilarang melibatkan anak dibawah umur. Keputusan banwaslu ini cukup masuk akan mengingat anak dibawah umur bukanlah pemilik hak suara, ditambah lagi orasi politik dikhawatirkan menjad sebuah doktrin bagi anak kecil yang mendengarkan.

3. Atribut Kampanye di Pohon dan Jalan Protokol
Pohon adalah sarana untuk  berteduh, namun apa jadinya jika tiba-tiba pohon tersebut dipaku dan ditempeli atribut kampanye. Tentunya hal ini mengurangi rasa keindahan pada lingkungan dan bisa jadi ditiru oleh tukang pamflet dari parpol lainnya. Hal tersebut dapat berakibat buruk berupa kematian pohon yang dipaku. Padahal sudah banyak pula atribut kampanye di jalan protokol.

4. Arak-arakan di Jalan Utama
Jadwal kampanye sudah ditetapkan tanggal dan tempatnya, namun masih ada partisipan kampanye masih nekat turn ke jalan dan membuat kemacetan di jalan utama. Pihak partai maupun caleg berdalih bahwa hal ini bukan instruksi dari parpol atau caleg, melainkan inisiatif sendiri dari partisipan kampanye.

Akhirnya kita hanya bisa berharap supaya pemilu 2014 dapat menghasil pemimpin dan wakil yang benar bisa diandalkan untuk kemajuan bangsa.

About Yan Surachman 440 Articles
Namaku Yan Surachman. Bagiku hal paling menyenangkan adalah ketika bisa saling berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jangan lupa LESTARIKAN HUTAN di Indonesia.